Wednesday, March 18, 2015

Asuransi Ternak Sapi (ATS); Jaminan Keberlanjutan Usaha Ternak

Asuransi ternak sapi memberikan jaminan penggantian kepada pemilik jika ternak sapi mengalami risiko kematian karena penyakit, kecelakaan dan melahirkan maupun risiko kehilangan atau lainnya sebagaimana diatur di dalam polis.Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap atas risiko kerugian baik bagi peternak maupun perbankan.

Skema asurasi ternak sapi ini telah mendapatkan ijin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan dengan menunjuk Konsorsium Asuransi Ternak Sapi (KATS) untuk memasarkan produk khusus asuransi ternak sapi di Indonesia.

KATS diketuai oleh PT. Asuransi Jasa Indonesia (Persero), dengan anggota PT. Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967, PT. Asuransi Tri Pakarta dan PT. Asuransi Raya. Pembayaran premi dapat bersumber dari swadaya petani, kredit bank (masuk dalam komponen kredit), kemitraan dengan lembaga lain maupun subsidi dari Pemerintah.

Kriteria sapi yang bisa diasuransikan adalah;
  1. Sapi perah dan sapi potong
  2. Terdaftar yang dibuktikan dengan eartag (anting) / microchip
  3. Usia produktif (15 bulan-8 tahun) Dinyatakan sehat dengan surat keterangan sehat dari dokter hewan.

Kriteria peserta asuransi ialah
  1. Peternak sapi yang bergabung dalam kelompok ternak aktif dan mempunyai pengurus lengkap.
  2. Peternak bersedia mengikuti anjuran teknis sesuai rekomendasi manajemen usaha ternak yang baik.
  3. Peternak bersedia mengikuti aturan asuransi ternak sapi, termasuk membayar premi

Berikut ini hal-hal yang perlu diketahui mengenai asuransi ternak sapi, yaitu:

Bank Indonesia dan Kementrian Pertanian, bersama perusahaan asuransi meluncurkan skema asuransi ternak sapi di Kantor Bank Indonesia Jakarta (Rabu, 23/10/13). Dengan asuransi ternak sapi, diharapkan akses pelaku usaha sektor pertanian atas sumber pembiayaan akan meningkat.

  1. Apa itu ATS?
    Jawab: Asuransi Ternak Sapi (ATS) adalah perjanjian antara perusahaan asuransi sebagai penanggung dengan peternak sebagai tertanggung dengan menerima premi asuransi, penanggung akan memberikan penggantian kerugian kepada tertanggung karena kematian sapi akibat penyakit, kecelakaan dan melahirkan, dan kehilangan sapi, sesuai ketentuan dan persyaratan Polis.

  2. Apa yang mendasari terbitnya Asuransi Ternak Sapi (ATS)?
    Jawab: Berdasarkan amanah dari UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (P3) bahwa dalam rangka melindungi usaha petani (peternak) pemerintah (Direktorat Jenderal Peternakan-Kementan) membentuk asuransi pertanian melalui Asuransi Ternak Sapi (ATS). Ijin produk ATS telah dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 27 Februari 2013 dengan nomor S-578/NB.11/2013. Sebagai turunan dari UU P3 Kementerian Pertanian sedang menggodok Permentan Asuransi Pertanian dan Petunjuk Pelakasanan Asuransi Ternak Sapi.

  3. Lembaga Apa yang menangani ATS ini?
    Jawab: Produk Asuransi Sapi ini dipasarkan melalui Konsorsium Asuransi Ternak Sapi (KATS), yang diketuai PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero). Anggota KATS adalah :
    • PT. Asuransi Bumiputera Muda 1967
    • PT. Asuransi Tri Pakarta
    • PT. Asuransi Raya
  4. Berapa Premi ATS dan apa saja manfaat ATS?
    Jawab: Untuk mengikuti Asuransi Ternak Sapi, peternak harus membayar premi Asuransi Ternak Sapi. Sumber pembiayaan premi yang sudah berjalan saat ini adalah swadana atau dari peternak. Besarnya premi adalah 2% dari harga pertanggunggan. Harga pertanggungan adalah harga nominal perolehan sapi tanpa penambahan biaya lainnya yang disepakati oleh tertanggung dan penanggung, sehingga apabila terjadi klaim nantinya harga tersebut dapat untuk membeli sapi kembali. Melalui Asuransi Ternak Sapi, pemilik akan diganti bila ternak sapi yang diasuransikan nantinya mati karena penyakit, kecelakaan, dan melahirkan. Ada pula penggantian untuk resiko kehilangan ternak sapi tersebut. Dimana Polis asuransi ternak sapi berlaku secara tahunan, dimulai sejak tanggal akad polis. Jangka waktu pertanggungan dan tanggal mulainya diuraikan pada Ikhtisar Polis.

    Sebagai Contoh:
    - Untuk Sapi potong, premi Asuransi Ternak Sapi adalah Rp.200.000 per ekor dari harga pertanggungan induk Rp.10.000.000 per ekor.

    - Untuk sapi perah, premi Asuransi Ternak Sapi adalah Rp. 300.000 per ekor per tahun dari harga pertanggungan induk Rp.15.000.000 per ekor

  5. Jelaskan Skema pelaksanaan ATS?
    Jawab: berdasarkan sumber pembiayaan premi ATS terdapat tiga skema yakni:
    1. Swadana: Sumber premi berasal dari peternak. Pada sistem ini perusahaan asuransi langsung berhubungan dengan peternak.
    2. Pemerintah APBN/APBD yaitu perusahaan asuransi langsung berhubungan dengan kementerian keuangan untuk menagih premi. Sistem yang dipakai seperti kredit program, pelaku dibebani 2% sedngakan 80% ditanggung oleh APBN/APBD dengan KPA di Kemenetrian keuangan. Sistem kredit yang dimasukan ke dalam rencan definitive Kebutuhan –(RDK) skema kredit Program (KUPS, KKPE).
    3. Kemitraan (CSR/PKBL)
    4. Perbankan: Jika perserta asuransi mendapatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan atau lembaga keuangan lainnya.

  6. Kriteria Calon tertanggung sebagai peserta ATS dan apa syaratnya?
    Jawab: Semua pelaku peternakan bisa mengakses asuransi kepada KATS dengan syarat:
    • Memiliki sapi;
    • Membayar premi;
    • Sapi usia produktif (15 bulan – 8 tahun);
    • Surat keterangan sehat ternak yang akan diasuransikan dikeluarkan oleh dokter hewan/pertugas yang berwenang;
    • Sapi memiliki identitas.
  7. Bagaimana Prosedur pengajuan ATS?
    Jawab: Gambar prosedur pengajuan asuransi ternak sapi

BERITA-ARTIKEL LAINNYA